Adat dan Budaya Lokal

Lombok sangat kaya dengan tradisi, adat, dan budaya yang masih terjaga hingga sekarang. Keunikan-keunikan dapat dilihat dalam praktik tradisi lokal seperti pernikahan, sunatan, kematian, bau nyale, presian, kesenian gendang beleq, dan peringatan-peringatan hari besar Islam seperti perayaan maulid, isro’ mi’roj, nuzul al-Quran dan lain-lain. Dengan kekayaan tradisi ini menempatkan Lombok sebagai salah satu situs penelitian favorit baik oleh peneliti lokal, nasional maupun internasional. Banyak peneliti internasional yang menfokuskan penelitiannya di Lombok dan mempublikasikannya dalam bentuk buku dan jurnal. ADC melihat pentingnya penelitian secara berkelanjutan tentang adat dan budaya lokal yang belum banyak mengalami eksplorasi oleh peneliti luar. Pemaknaan tradisi dan budaya oleh peneliti insider akan berbeda dengan peneliti outsider, oleh karena itu penguatan kapasitas dan produktivitas penelitian bagi peneliti lokal sangat urgen sebagai pembanding atas hasil-hasil riset peneliti luar.

Keunikan budaya Sasak tidak hanya dilihat dari aspek adat dan budaya, tetapi juga dari aspek sejarah yang membentuk peradaban suku Sasak. Kematangan budaya Sasak mengalami ujian berat dengan datangnya kelompok migran dan penjajah seperti Bali, Belanda , Cina dan Jepang yan secara langsung mempengaruhi budaya lokal masyarakat Sasak. Asimilasi budaya antara pendatang dengan pribumi Sasak melahirkan kombinasi kebudayaan yang unik. Yang paling nampak dan menonjol adalah asimilasi antara budaya Bali dan Sasak yang masuk melintasi unsur seni, ritual dan ibadah. Sulit membedakan antara kesenian Sasak dengan Bali, begitu juga adanya sharing tempat-tempat ibadah umat Islam dengan Hindu memperlihatkan tingkat inklusivitas dan kerterbukaan suku Sasak. Aliran kepercayaan Wetu Telu merupakan salah satu bukti adanya praktik sinkritisme antara Islam, Buda, Hindu dan agama lokal nenek moyang bangsa Sasak.