Demokrasi, Otonomi Daerah dan Politik Lokal

Demokrasi, otonomi daerah dan politik lokal merupakan isu-isu yang akan diteliti oleh ADC dengan tujuan melihat tingkat pertumbuhan demokrasi yang berkembang di daerah-daerah. Demokrasi dalam arti sistem politik mengalami perubahan yang signifikan di Indonesia pasca reformasi, penerapan undang-undang otonomi daerah dan desentralisasi. Perubahan kebijakan politik ini berdampak luas terhadap prilaku politik dan juga kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Tingkat partisipasi tokoh-tokoh lokal dalam pesta demokrasi sangat tinggi, hampir semua kepalada daerah mulai dari gubernur, wali kota dan bupat iberasal dari putra daerah asli. Penelitian ini menjadi penting ketika politik primordialisme dan politik Sara menguat, pada saat yang bersamaan SDM putra asli daerah belum menunjukkan kualifikasi yang baik.

Tingginya tingkat konflik dan perpecahan antara warga di daerah pada setiap Pilkada termasuk isu yang krusial untuk diteliti. Di beberapa daerah Pilkada sudah berjalan dengan baik, tetapi konflik dan kekerasan masih mewarnai Pilkada. Demokrasi yang belum matang dan lemahnya kultur penerimaan keberbedaan dan keragamaan  memposisikan masyarakat pada situasi yang berbahaya karena rawan dengan kekerasan dan perpecahan sosial. Polarisasi di masyarakat selalu muncul baik dalam Pemilu maupun dalam Pilkada sehingga dibutuhkan pendampingan dan pendidikan politik kepada masyarakat.