Teknologi dan Energi Terbarukan

Teknologi tidak begitu berkembang di lingkungan masyarakat Sasak dan NTB pada umumnya. Pemanfaatan dan pengembangan teknologi dalam segala aspek sangat minim. Para petani masih bersifat tradisional dan konvensional dalam mengelola lahan pertanian mereka. Hampir sama dengan peternak yang tidak memahami cara-cara baru berternak modern terutama pemanfaatan teknologi untuk pengembangan peternakan mereka. Para peternak diperbudak oleh sapi mereka, tidur bersama sapi di dalam rumah, membersihkan kandang, dan mengambil rumput setiap hari. Mereka tidak mau berpikir maju mengembangkan teknologi termasuk pengembangan pakan sapi sehingga bisa menekan biaya dan efisiensi waktu. Begitu juga dengan energi terbarukan belum berkembang luas dan belum dimanfaatkan secara baik. Padahal potensi energi dan pemanfaatannya akan membantu masyarakat seperti pengolahan kotoran sapi sebagai pupuk organik dan juga sebagai gas. Pemanfaatan tata surya sebagai sumber energi listrik alternatif tidak pernah menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pusat. Presiden Jokowi baru mulai mengembangkan energi surya untuk listrik di pedesaan-pedesaan yang memang kekurangan kapasitas bahkan belum kebagian listrik sama sekali.